Rabu, 06 Oktober 2021

Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern

Tugas : Berisi Gambaran Umum Terkait Profesi Bisnis dan Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis Beserta Contoh

●   Gambaran Umum berisi penjelasan tentang :

1.  Hakikat bisnis

2.  Karakteristik profesi bisnis

3.  Pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder ke pendekatan stakeholder

4.  Tanggung Jawab moral & sosial bisnis dalam Dunia Modern

●  Etika

Etika merupakan sebuah aturan yang dimana terdapat beberapa nilai norma yang menjadi pedoman atau asas yang berlaku pada setiap individu dalam melakukan perbuatan atau tingkah laku. Etika juga berlaku dalam mempelajari moral atau tingkah laku atau kebiasaan untuk membentuk pertimbangan matang yang dilakukan kepada orang lain atau kelompok tertentu. Dimana etika tentu sangat perlu dan harus dimiliki oleh setiap individu agar dapat terbiasa dengan etika yang telah dibentuk dan dapat merubah tingkah laku kepada masyarakat agar lebih baik.

Manfaat Etika antara lain  :

1. Dapat membantu suatu pendirian dalam majemuk suatu pandangan serta moral.

2. Dapat membedakan yang mana tidak boleh diubah serta yang mana yang boleh dirubah.

3. Dapat memecahkan masalah sosial menggunakan suatu pemikiran yg terstruktur dan kritis.

Etika juga dapat diartikan kebiasaan / adat, karakter, sikap, cara berpikir seseorang untuk melaksanakan bisnis. Etika Bisnis merupakan suatu cara untuk melakukan sebuah kegiatan bisnis, yang meliputi seluruh sudut pandang yang berkaitan antar individu, perusahaan serta masyarakat. Etika Bisnis dalam sebuah perusahaan juga terdapat sebuah nilai, tata cara dan juga sikap karyawan untuk membangun hubungan yang baik dengan customer atau pelanggan, pemegang saham serta juga masyarakat.

●   Tujuan Etika Bisnis :

1. Etika Bisnis dapat juga menjadi aturan bagi semua karyawan dan termasuk juga manajemen serta dapat menjadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan aktivitas di perusahaan sehari-hari dengan dilandasi dengan menerapkan tingkah laku yang jujur, bertanggung jawab , luhur serta sikap yang profesional.

2. Dimana apabila memiliki etika bisnis yang baik dan sesuai dengan aturan pada perusahaan maka bisnis dapat berjalan sesuai target dan terkendali dan tujuan lain dari etika bisnis adalah agar sikap baik kita tidak merugikan pihak yang berkaitan dengan bisnis yang dijalani.

3. Etika bisnis mampu meningkatkan daya saing dengan perusahaan yang lain. Apabila suatu perusahaan memiliki etika yang baik maka daya saing perusahaan akan semakin tinggi dibanding dengan yang lainnya dan juga memiliki kemampuan bersaing dengan baik.

 

A.) Hakikat Bisnis

Bisnis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan antar individu atau perusahaan yang dimana adanya suatu kegiatan produksi, penjualan suatu barang, pembelian suatu barang atau juga adanya pertukaran dalam bentuk barang lain atau berupa uang. Dalam pembentukan suatu bisnis diperlukannya hakikat bisnis agar kebutuhan masyarakat dapat tercukupi dan juga untuk meningkatkan kualitas perusahaan dalam bidang pemasaran. Hakikat Bisnis merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bermanfaat baik dari segi produk ( barang ) atau juga dapat berupa jasa dari seseorang. Pemilik bisnis atau ( Businessman ) selalu mengupayakan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan cukup tanpa ada kekurangan. Selain itu tujuan businessman tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat namun juga dengan tujuan apabila masyarakat merasa cukup dan senang maka keuntungan perusahaan akan berlipat dan menjadi untung yang banyak bagi perusahaan .

Selain itu Businessman juga mengerti apa saja yang dibutuhkan masyarakat untuk sehari – harinya. Seorang Businessman juga harus melihat perkembangan daya saing pasar di setiap daerah. Dimana daya saing tersebut akan berebut untuk menjadi pemenang. Pihak perusahaan pun harus selalu mengecek  ketersediaan sumber daya atau sumber dana. Dalam penyajian barang dan jasa setiap perusahaan harus berbeda agar tidak terjadi persaingan lemah antara pasar sejenis.

●  Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli :

1. Hughes dan Kapoor

Menurut Hughes dan Kapoor, definisi bisnis adalah suatu kegiatan individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Brown dan Petrello

Menurut Brown dan Petrello, pengertian bisnis adalah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat serta semua hal yang mencakup berbagai usaha yang dilakukan pemerintah maupun swasta tidak peduli mengejar laba ataupun tidak.

3. Jeff Madura

Menurut Jeff Madura, pengertian bisnis adalah perusahaan yang menyediakan produk atau layanan yang diinginkan oleh pelanggan.

B.) Karakteristik Profesi Bisnis

  Profesi Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan keahlian yang dimiliki yang dimana berkaitan dengan pelaksanaan bisnis suatu perusahaan dan menaati norma norma yang ada. Profesi sendiri memiliki karakteristik yang membedakan dengan profesi yang lainnya.

●  Maka karakteristik suatu Profesi Bisnis diantaranya :

1.Adanya pengetahuan khusus yang dimiliki individu. Dimana pengetahuan khusus ini diperoleh dari banyaknya pelatihan atau pengalaman yang dimiliki sehingga memiliki pengetahuan yang cukup dalam berbisnis.

2. Adanya peraturan dan standar moral yang sangat tinggi dikarenakan seringkali pelaku profesi melakukan kegiatan sesuai dengan kode etik profesi. Kode Etik disebut code of conduct atau code of ethical conduct merupakan kebijakan sebuah perusahaan yang berhubungan dengan seperti konflik yang berkaitan dengan pemasok, daya saing perusahaan atau lainnya.

3. Mengutamakan kepentingan suatu masyarakat. Dimana profesi bisnis harus mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadinya sendiri. Karena peran masyarakat sangat bergantung terhadap kenaikan suatu bisnis.

4. Diberikannya izin khusus karena untuk pelaksanaan profesi bisnis harus menyertakan izin agar masyarakat juga merasa percaya.

5.Dalam sebuah profesi bisnis biasanya terdapat anggota yang bekerja. Para anggota tersebut sudah seharusnya ahli dalam menangani perihal bisnis atau masalah lainnya.

6. Keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan teoritis karena keterampilan tersebut tentu dibutuhkan oleh perusahaan dan digunakan pada saat praktik.

C.)    Pergeseran Paradigma dari Pendekatan Stockholder ke Pendekatan Stakeholder

Pergeseran paradigma berdasarkan pendekatan stockholder ke pendekatan stakeholder bisa diartikan menjadi titik tolak atau aspek kita terhadap proses pembelajaran, yang berkaitan dengan pandangan mengenai terjadinya suatu proses bersifat umum dan menerapkan prinsip pembelajaran menggunakan lingkup  spekulatif tertentu. Sebuah Stakeholders dan stockholders paradigma merupakan paradigma dimana Chief Executive Officer (CEO) berfokus terhadap kepentingan pemegang saham. Pihak manajemen sebagai pemegang mandat berusaha mendapatkan keuntungan besar untuk peningkatan kemakmuran pemegang saham. Dimana seolah - olah pemegang saham merupakan pihak yang berpengaruh besar pada masa depan perusahaan. Kesuksesan sebuah manajemen dilihat dari kemampuannya menghasilkan laba. Hal ini menyebabkan sebuah manajemen mencari cara agar mendapatkan keuntungan sebanyak - banyaknya. Tindakan demikian mengakibatkan adanya pihak – pihak lain yang dirugikan.Justru tindakan ini merugikan banyak pihak.

Akhirnya Paradigma Stockholders mengalami pergeseran, karena sebuah manajemen diarahkan berdasarkan pada angka atau perhitungan . Lalu munculnya ide dimana dalam kegiatan bisnis adanya kegiatan mendapatkan laba, selain stockholders, wajib juga memperhatikan kepentingan pihak lain yang mendapatkan dampak bisnis. Pihak berkepentingan (stakeholders) merupakan perseorangan atau kelompok yang dapat dipengaruhi atau mempengaruhi suatu aktivitas, keputusan, kebijakan, praktik, dan tujuan organisasi bisnis.. Pendekatan stakeholders terutama menggambarkan hubungan yang terjalin dalam kegiatan bisnis pada umumnya. Pendekatan ini juga bertujuan agar hak dan kepentingan yang dimiliki oleh setiap individu dapat diterima.

D.) Tanggung jawab Moral dan Sosial Bisnis Dalam Dunia Modern

Sebuah tanggung jawab pada bisnis tentu sangat diperlukan karena semua kegiatan yang telah dilaksanakan harus ada pertanggungjawabannya. Tentu suatu perusahaan memiliki tanggung jawab baik kepada karyawan, konsumen, pemegang saham dll. Tanggung jawab perusahaan merupakan  tindakan dan aturans perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada sebuah etika. Secara umum etika disimpulkan sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang dimiliki oleh individu mengarah kepada perilaku seseorang atau kepada masyarakat terkait baik buruknya suatu keputusan.

●   Ada 2 macam tanggung jawab dalam bisnis :

1.   Tanggung Jawab Moral

Tanggung jawab moral merupakan kemampuan individu dalam menjalankan tugasnya serta memberikan pendapatnya berdasarkan prinsip-prinsip etis. Tanggung Jawab Moral sendiri diperlukan dalam bisnis agar pertanggungjawabannya dapat diketahui.

Ada 3 persyaratan dalam Tanggung Jawab Moral :

A.Tanggung jawab perumpamaan

Artinya, Dimana suatu tindakan dilakukan dengan sadar. Sebuah tanggung jawab hanya bisa dipertanggungjawabkan apabila orang tersebut bertindak dengan secara sadar akan tindakannya yang dilakukan dan mampu menerima resiko kedepannya.Dan kita juga dapat menuntut pertanggungjawaban kepada orang tersebut.

B. Tanggung jawab juga mematuhi pada sebuah kebebasan pada tempat pertama.

Artinya, tanggung jawab hanya mungkin dapat dituntut dari seseorang atas tindakannya, apabila tindakannya itu dilakukannya secara bebas. Apabila seseorang terpaksa atau dipaksa melakukan suatu tindakan kepada dirinya makasecara moral ia tidak bisa dituntut untuk bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

C. Tanggung jawab juga juga bersyaratkan apabila orang yang melakukan tindakan tersebut memang bersedia melakukannya.

Artinya,segala tindakan yang ia lakukan memang dari dirinya sendiri bersedia dan juga terhadap konsekuensinya.

2.  Tanggung Jawab Sosial

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) merupakan suatu tanggung jawab dimana ada keterlibatan antara karyawan, konsumen, pemegang saham dll. Tanggung jawab ini tidak semata – mata hanya mengutamakan dari segi finansial keuangan saja namun juga ikut serta dalam pembangunan sosial ekonomi di kawasan holistik, melembaga, dan berkelanjutan.

Contoh :

Seorang Manajer yang hendak menurunkan gaji para karyawan pabrik buruh secara tiba – tiba dan juga PHK para karyawan akibat pandemi saat ini Tentu banyak sekali pertimbangan mengapa hal tersebut harus terjadi secara mendadak begitu saja. Maka manajer harus memperhatikan beberapa hal :

1.  Apakah pada saat Manajer tersebut membuat keputusan untuk menurunkan upah karyawannya ia melakukannya secara sadar

2. Apakah pada saat terjadinya penurunan upah makan karyawan lain tidak merasa ada paksaan karena kurangnya pendapatan mereka

3.  Apakah pada saat sebagian karyawan yg di PHK tersebut mereka menerima begitu saja

4. Apakah pada saat terjadinya tidak setuju dari beberapa karyawan maka pihak Manajer dapat mempertanggung jawabkan sepenuhnya

5. Apakah Manajer tersebut bersedia menerima konsekuensi apabila mendapatkan ketidaksetujuan dari karyawannya.

Maka dari itu semua keputusan yang berkaitan dengan perusahaan utamanya harus mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak yang bersangkutan atau yang bekerja pada perusahaan tersebut. Keputusan tersebut tidak dapat disetujui oleh hanya beberapa pihak saja. Karena apabila yang menjadi sasarannya tidak terima memungkinkan terjadi demo massal yang mengakibatkan kerugian perusahaan. Dan memikirkan juga apakah resign massal para karyawan tidak menurunkan mutu perusahaan tersebut

E.)    Kode Etik Perusahaan

           Kode Etik Perusahaan merupakan pedoman atau aturan yang berisikan tentang nilai, norma, etika bisnis, etika kerja yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawan yang telah menjadi suatu ketetapan atau aturan yang baku dari sebuah perusahaan atau dari suatu kelompok masyarakat. Tujuan dari dibuatnya kode etik perusahaan ini agar para karyawan dapat bertingkah sesuai dengan  aturan dan meminimalisir terjadinya penyimpangan tindakan yang dapat merugikan perusahaan. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai profesional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standar perilaku para anggotanya. Nilai profesional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

  Tujuan Kode Etik Perusahaan : 

1.)      Untuk Menjunjung Tinggi Martabat Profesi

Banyak sekali orang diluaran sana yang meremehkan beberapa profesi dari seseorang. Maka dari itu perusahaan mengupayakan berbagai cara agar profesi para karyawannya dihargai banyak orang dengan cara dibentuknya Kode Etik Perusahaan tersebut. Maka dari situ Kode Etik juga dapat disebut sebagai “ Kode Kehormatan “ .

2.)      Meningkatkan Kualitas Atau Mutu Profesi

Dari banyak karyawan tentunya memiliki keahlian di bidangnya masing – masing. Namun kualitas yang dimilikinya tentu tidak hanya berhenti sampai situ saja, namun harus lebih ditingkatkan lagi. Maka dengan adanya Kode Etik maka mutu setiap karyawan dapat lebih dikembangkan lagi per bidang yang mereka tekuni.

3.)      Meningkatkan Pengabdian Para Anggota Profesi

Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian generasi tertentu, sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui bagaimana tugas dan tanggung jawab pengabdiannya dalam melaksanakan tugas profesinya tersebut.

Jawaban UAS - Ekonomi Manajerial 2023

Nama                   : Adelia Putri Yusviany NIM                      : 01221081 Prodi                     : Manajemen / A Semester       ...